PEMKAB HSU SOSIALISASIKAN PETUNJUK TEKNIS BANPER BEKRAF 2019

Amuntai – Sehubungan dengan adanya rencana Bantuan Pemerintah (Banper) Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Anggaran 2019 untuk Fasilitasi Revitalisasi Infrastruktur Fisik Ruang Kreatif, Sarana Ruang Kreatif, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar sosialisasi petunjuk teknis Banper Bekraf 2019, bertempat di Bappelitbang HSU, Senin (21/1).

“Bapak Bupati meminta kepada kami untuk memfasilitasi SKPD yang bisa mengajukan usulan untuk kegiatan ini. Pengusul bisa dari komunitas kreatif, pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten, pemerintah desa, dan lembaga adat,” kata Plt. Kepala Bappelitbang HSU Hj. Inna Wahyudiaty.

Inna Wahyudiaty menjelaskan, tujuan dari pelaksanaan ini adalah memfasilitasi keberadaan dan kelayakan dari ruang kreatif dalam bentuk revitalisasi penyediaan sarana, meningkatkan produktivitas dan kreativitas dari para pelaku kreatif, serta mendorong perluasan dan terbangunnya jejaring ekosistem ekonomi kreatif.

Adapun persyaratan umum pengajuan proposal tersebut di antaranya pengusul mengajukan proposal detail termasuk dokumen spesifikasi teknis, pada tahun anggaran berjalan dalam keadaan tidak sedang atau menerima fasilitasi sejenis dari APBD/APBN/Kementerian dan sumber pendanaan lainnya, pengusul wajib menggunakan material atau produk dalam negeri, dan pengusul wajib mengajukan material atau produk yang tersedian di pasaran dalam negeri. Di samping itu, revitalisasi infrastruktur ruang kreatif biaya minimal 500 juta dan maksimal 3 miliar rupiah, memiliki salinan bukti kepemilikan tanah, bangunan, proposal, dan mampu menunjukkan dokumen asli jika lulus sampai proses verifikasi.

Dalam kegiatan ini, beberapa perwakilan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara memberikan usulan dan pendapat mengenai hal tersebut.

Kabag Setda M. Rafiq mengusulkan agar ditambah pertokoan untuk peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar dan membuat taman-taman.

Kepala Disperkim LH Rusnaidy mengatakan bahwa KONI ada tambahan spot center sekitar 5 hektar, tetapi tanah yang ingin diusulkan adalah 6,5 hektar, rencananya 1,5 sektar untuk ruang kreatif pemuda kesenian.

“Sebelumnya kita pahami mengenai ruang kreatif yaitu tempat berkumpulnya para pelaku kreatif termasuk pelaku ekonomi kreatif yang biasanya para pelaku seni pertunjukan, seni musik, seni tari, seni lukis, dan sebagainya dalam satu wadah untuk mengekspresikan karya. Keluhan dari pelaku kreatif adalah di HSU tidak tercukupi wadah untuk mereka berlatih dan melaksanakan pertunjukan, sehingga dengan sosialisasi kita pada hari ini dapat kita fokuskan untuk mewadahi para pelaku kreatif,” kata Kabag Pembangunan Setda HSU Syaifullah.

“Di sini ada 16 sub sektor ekonomi kreatif mulai dari aplikasi sampai pengembangan permainan. Ada beberapa potensi yang bisa kita kembangkan di daerah, sebaiknya kita usulkan untuk penyediaan tempat atau wadah bagi pemuda untuk menyelenggarakan kegiatan kreatif. Industri kreatif masih sangat lemah, jadi kita juga bisa usulkan misalnya lokasinya kita tentukan. Komunikasi visual bisa kita usulkan di taman, misalnya di taman putri junjung buih,” kata Kabid Dispora Nazaruddin.

“Seni pertunjukan, rata-rata sanggar kekurangan alat, dan yang menjadi kebutuhan utama adalah panggung. Hasil olah bidang pariwisata dengan dewan kesenian daerah,” kata Sekretaris Dinas Pertanian H. M. Haridi.

“Kita rehab bangunan dari pemda, kita jadikan ruang kreatif untuk sarana pertunjukan,” kata Plt Kepala Dinkes H. Agus Fidliansyah.

“Jadi kita simpulkan ada 3 lokasi yang kita usulkan, yaitu di rest area, gedung pancasila, dan gedung olah raga,” kata Kabid Ekonomi SDA dan Infrastruktur Radiatam Mardiah. (Diskominfo/ikhsan)

Source: Website Hulu Sungai Utara